Semoga semua mahkluh berbahagia Link text here

Arrow up
Arrow down
Kelinci adalah ciptaan Tuhan juga, semestinya hidup bebas, namun ketika kita mengkandangkannya, seharusnya dapat menikmat hidup menyenangkan seakan bebas di alam habitanya ------ Mencari KAWAN mahasiswa yang berniat mandiri untuk berkegiatan di peternakan kelinci dan atau pet animal lainnya, ada kamar kosong FREE bisa untuk 2-4 orang, ada rumah kosong bisa untuk 4-6 orang FREE, sambil berkegiatan ada fasilitas GRATIS dapat uang, sangat cocok untuk yang mempunyai visi kewirausahaan dan etos kemandirian, lokasi dekat dengan kampus undip atleast 15 menit, MINAT hubungi kami via call 0858.7557.5557 (no-sms)

Menu Komersial  

   

Yahoo Messenger  

Simpati : 08122.9090996
Three: 0898.5777.494
Mentari: 0858.7557.5557
XL: 0877.00070.464
   

IKLAN KANMA

   

Sedang Online  

We have 27 guests and no members online

   

Peta Lokasi  

   
  • slid4
  • kanma1
   
   
   

kelinci rexSepertinya semua penghobi kelinci pasti sudah tau dengan kelinci yang satu ini. Kelinci rex memang sudah lama eksis di Indonesia, mungkin sudah diatas 10 tahunan. Kelinci yang sering disebut sebagai "kelinci karpet" ini sudah menyebar dari pulau Sumatera hingga Papua. Tidak sulit untuk menemukan kelinci rex di pasar-pasar hewan atau petshop, yang sulit adalah untuk mencari kelinci rex yang "berkualitas". Karena itu, mari kita mengenal kelinci rex lebih jauh lagi.

SEJARAH KELINCI REX
Berdasarkan catatan, kelinci rex pertama kali ditemukan pada tahun 1919 di sebuah desa kecil di Perancis bernama Coulonge. Kelinci ini bukanlah hasil persilangan (seperti beberapa jenis kelinci lain yang kita kenal sekarang). Kelinci rex (saat itu belum mempunyai nama) ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani di peternakan sapi miliknya. Dia sengaja memelihara beberapa ekor kelinci untuk membersihkan sisa-sisa pakan sapi, dan dibiarkan bebas di bawah kandang.
 
Pada salah satu sarang kelinci yang sedang beranak, sang petani ini menemukan seekor anak kelinci yang unik. Anak kelinci tersebut mempunyai bulu yang sangat pendek walaupun sudah berumur 3 minggu, sangat berbeda dari saudara-saudaranya. Hasil temuan ini lalu dikabarkan kepada seorang pendeta di desa tersebut yang bernama Gillet. Gillet tertarik dengan kelinci tersebut dan mengambilnya. Sang pendeta juga berpesan jika ada lagi anak kelinci yang seperti itu untuk diserahkan kepadanya.
 
Beberapa waktu kemudian, di sarang yang lain, ditemukan lagi seekor anak kelinci yang mempunyai bulu unik yang sama. Selanjutnya, tidak ditemukan lagi anakan kelinci yang mempunyai bulu pendek seperti itu. Dari sepasang anak kelinci inilah pendeta Gillet kemudian mencoba untuk mengembangbiakan kelinci tersebut, kebetulan jenis kelamin dari 2 anak kelinci tersebut adalah jantan dan betina.
 
Selanjutnya pada tahun 1924, pendeta Gillet membawa 5 ekor kelinci unik yang telah berhasil dia kembangkan tersebut pada sebuah Pameran Internasional di Paris. Saat itu dia adalah satu-satunya orang di dunia yang mempunyai jenis kelinci dengan bulu unik tersebut. Nama "Rex" juga tercetus saat itu. Rex dalam bahasa latin mempunyai arti "Raja".
 
Setelah pameran di Paris, kelinci rex menjadi sangat terkenal dan diburu oleh para peternak-peternak besar di Eropa. Walaupun tidak secara besar-besaran, kelinci rex mulai menyebar di beberapa negara di Eropa. Saat itu, warna dominan untuk kelinci rex ini adalah warna Castor. Ini wajar karena kelinci-kelinci rex yang dimiliki oleh pendeta Gillet memang dikembangkan dari sepasang kelinci, dan pendeta Gillet juga bukan seorang yang ahli di bidang genetika.
   
   

News Flash  

Trendy: